Kerja bebas dimana aja dan bisa sambil ngerjain apa aja.

 

Bagi freelancer, kebebasan untuk memilih waktu bekerja dan tempat kerja sangatlah tiada dua. Walaupun jika dilihat dengan mata bulat, terlihat mereka lebih sering nyantai dibanding orang kerja kantoran yang terlihat sangat sibuk.

Menurut gue freelancer itu orang-orang yang sangat menghargai dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya agar bisa mengerjakan hal lain.


Oke. jadi apa hubungannya dengan artikel remote working ini?

Singkat cerita, gue sekarang kerja full-time di tempat yang cukup bergengsi (dan juga sangat time demanding) dimana dulunya gue 2 tahun full-freelance sebagai project manager, consultant sampai juga web designer (kayaknya cuma ongkang-ongkang kaki) dengan ya benefit finansial yang tidak jauh beda.

Walaupun begitu di tempat kerja gue sekarang ada privelege untuk remote working (dengan izin pak bos).


Buat yang mau tau tau liku-liku remote worker gue wajibkan lo baca ini sampai selesai. Kenapa? gue yakin dengan latar belakang gue sebagai full-timer dan full-freelancer yang sama-sama mengakomodir remote working bisa lebih memberikan insight yang fair.

*Disclaimer: ini artikel bukan tentang freelance, tapi tentang remote working.

Nah, berikut beberapa poin tersebut!


1. Kerja Lebih Cepat Selesai

Gue bekerja di kantor yang konsepnya open office. Setiap mau fokus setidaknya gue harus pasang earphone untuk menghindari hal-hal seperti ini…


Dikit-dikit manggil, harus nyaut

Dikit-dikit colek, harus nengok
Alhasil kadang kerja over-time.

Buyar deh fokus kerja gue.

Tidak bermaksud menjelekan konsep open office yang dimana dibuat dengan tujuan collaborative space. Tapi gue percaya kita kerja yang membutuhkan fokus. Pelajarannya buat gue adalah melindungi waktu dan konsentrasi gue karena yang gue kerjain ini buat perusahaan juga.

Mostly berbanding terbalik ketika gue kerja remote. Gue bisa menyelesaikan pekerjaan dengan sangat fokus dan cepat.

Kok bisa?

Menurut gue (dan beberapa ahli) karena minimnya distraksi kita bisa lebih cepat memasuki keadaan “flow”. 

Singkatnya flow adalah keadaan dimana konsentrasi dan fokus akan mencipatakan sebuah situasi dimana lo akan bekerja kayak seorang maestro. I think remote worker should really agree on this.


2. Bisa Sambil Melakukan Hal Penting Lainnya

Nemenin anak sekolah, Jagain orang tua yang sakit, Nungguin tukang di rumah atau Kerja di tempat lain..

Oke, gue ga akan bilang gue sambil kerjain hal lain karena gue bisa aja melanggar aturan perusahaan gue.. atau setidaknya jangan sampai ketahuan hehe.

Menurut gue Remote working menambah sebuah dimensi baru work-life balance dimana kita diharuskan untuk tidak dikantor namun masih bisa bekerja. Privelege ini yang mungkin tidak bisa dipunyai karyawan yang kantornya masih memakai absen jempol ataupun 9-5.

Setidaknya dengan remote working, jatah cuti lo bisa disimpan kan?

 

3. Mengatur Waktu kerja Sendiri

Mau tukang begadang, mau 9-5, hustle 24 jam, ataupun yang lainnya gue percaya remote working akan memberikan lo kemudahan untuk bekerja sesuai waktu yang lo nyaman sendiri. Tapi hal ini tergantung dengan role kerja ya.

Saran dari gue hanya satu. Disiplinkan dengan waktu kerja lo.

Jangan sampai remote working jadi biang kerok lo overworked ataupun burn out. Gue pernah merasakan itu dan percayalah, banyak hal penting yang bisa dilakukan selain kerja kawan.

4. Kerja sambil liburan

Ini serius. gue sendiri belum pernah merasakannya, tapi mantan manager gue udah mencoba ini.

Ga main-main dia pergi ke jepang untuk nonton konser salah satu band tersohor (maaf saya lupa nama bandnya). Biasanya kita butuh izin cuti, tapi dengan remote working lo ga harus mengorbankan jatah cuti dan tetap bisa mengemban tugas kantor.

Bagaimanapun, yang diinginkan kantor adalah lo menambah value buat mereka. Win-win solution buat karyawan dan kantor right?

Dengan beda waktu lebih maju 2 jam, manager gue bukan tanpa persiapan. Setidaknya atur pekerjaan sedemikian mungkin agar memang yang dibawa remote itu bisa fully dikerjakan remote.

Yes, semoga 4 poin diatas membantu kalian untuk menambahkan ketertarikan untuk melakukan remote working.

 

Tapi.. bukan berati tapi kerja remote ini selalu enak karena lo juga harus tau beberapa pertimbangan untuk remote working yang akan gue bahas di blog selanjutnya.
Ciao!
Shares
Share This