Pernah ngga sih ngerasain males buka aplikasi chatting? apalagi kalau udah masalah kerja dan ketika setumpuk chat dari segelintir orang-orang yang ga tau kalo otak kita lagi full ngeliat chat mereka dan ngga kita bales mereka jadi ga suka, marah, dan ujung-ujungnya baper?

Hal diatas bisa disebut sebagai information overload dimana sudah terlalu banyak informasi yang masuk ke otak kita yang ngga bisa di proses lagi dan pasti kamu pernah ngerasain hal ini kayak gini nih pasti :

(Ilustrasi gambar di atas hanya sebuah umpama ketika kamu sedang dalam keadaan information overload dan ngga ada yang keluar kok dari kepala 🙂 ).

Mari berfikir sejenak dengan logika,

apakah aplikasi instant messaging dibuat untuk kerja?

Apakah aplikasi tersebut mendukung untuk sistem kerja?

Seberapa besar kemampuan aplikasi itu untuk mendukung komunikasi yang kompleks?

Jika kamu terus memilih untuk diam dengan dengan komunikasi yang buruk, mungkin ada beberapa konsekuensi yang siap kamu terima :

1. Turunnya moral tim

Bayangkan kamu sekarang kamu bekerja di tim yang tidak berkomunikasi yang baik contohnya sangat slow response . Awalnya mungkin hanya progress tim yang terhambat tapi berujung kepada terbuatnya bom waktu (jika kamu tidak memperbaiki komunikasi) yang mengakibatkan kegagalan.

Yang harus kamu tau kegagalan yang diakibatkan oleh masalah yang seharusnya bisa dikendalikan dapat mengurangi moral ataupun motivasi tim untuk terus kerja kedepan.

 

2. Hilangnya waktu produktif

Stressed Businessman

“Kan kemarin udah gue bilang di chat kerjain bagian lo, sekarang yang lain harus nunggu kan!”

familiar dengan statement itu? Setiap kali kamu harus melakukan atau menjelaskan ulang sebuah pekerjaan adalah hilangnya waktu yang bisa kamu lakukan untuk pekerjaan yang lain ataupun achieving target. Ini adalah hal yang sangat tidak bagus karena kamu memperlambat progress orang lain.

Ketika melakukan komunikasi , pastikan informasi dapat dimengerti baik dari pihak kita ataupun lawan bicara agar waktu kita atau mereka tidak hilang. Mungkin kamu harus melihat kembali apakah ini karena komunikasi kamu selama ini sudah baik?

 

3. Yang terparah : hubungan yang rusak

Komunikasi adalah tali kepercayaan terhadap seseorang ataupun organisasi. Coba lihat kalau pasangan dengan komunikasi yang buruk? Apakah mereka bahagia? Apakah hubungan mereka akan goyah? Mungkin putus tali kepercayaannya (bukan hubungannya loh ya 🙂 ).

Mengacu kepada tim efeknya tidak hanya bom waktu seperti yang ada di poin ke-1 yang membuat kegagalan tapi secara tidak langsung orang yang menghambat akan di cap sebagai orang yang menghancurkan tim (atau umpama lainnya) atau mungkin tidak dipercayai lagi dan ini akan sering terjadi ketika kamu kerja di dalam tim. Ingat mulut itu adalah pisau dan ketika orang lain berkata tentang diri kamu yang buruk dan menyebar maka brand image kamu akan hancur.

Poor communication is a choice

Komunikasi dan cara kita berkomunikasi semua tergantung kita. Hasil buruk dari apa yang dijelaskan di atas sebenernya dapat dihindari semenjak awal. Apalagi di era teknologi dan komunikasi yang canggih ini sepertinya bukan alasan lagi untuk lebih pintar memilih cara berkomunikasi. Mari kita lebih pintar membangun komunikasi yang lebih baik.

Apakah kamu pernah merasakan hal ini atau menjadi korban dari komunikasi yang buruk? Yuk share pengalaman kamu sendiri tentang buruknya komunikasi  dibagian komen di bawah biar kita bisa lebih tau lagi masalah-masalah ini dan kalau kamu merasa informasi ini berharga buat kamu.

Jangan lupa share blog ini ke temen atau orang-orang yang kamu care!